wartakopi.com – Jakarta. Hasil eksperimen sang brewers atau penyeduh kopi dari kedai kopi COHEN Coffee bernama Edwin Cohen Sihombing berpendapat bahwa diameter dan material gelas dapat mempengaruhi kualitas rasa kopi.
Saat menyodorkan hasil seduhan kopi dengan metode V60, dripper Origami, dengan suhu yang sama dan disajikan dalam 1 gelas dengan diameter lebar bermaterial keramik, kemudian 1 gelas berdiameter pendek berbahan keramik dan 1 gelas berdiameter pendek bermaterial kaca, menemukan fakta yang berbeda.
Baca Juga : Jangan Anggap Remeh Kedai Kopi Pinggir Jalan, Ini Alasannya
Saat mencecap kopi di gelas bermaterial keramik dengan diameter lebar menemukan rasa yang berbeda. Semestinya, jika seacara material sama rasanya pun sama. Tapi ini faktanya berbeda. Karena diameter gelas berbeda.
“Gelas bermaterial keramik dengan diameter yang lebih lebar, rasanya lebih light. Tapi, gelas dengan diameter lebih pendek rasa kopinya lebih strong,” ungkap Edwin.
Hal ini dapat terjadi, karena ada proses oksidasi di masing-masing gelas tersebut. Gelas dengan diameter besar proses oksidasinya lebih melebar, sehingga menghasilkan rasa kopi yang light.
Baca Juga : Balik dari Kapal Pesiar Princess, Bangun Kedai Kopi dengan Konsep Langka
Beda dengan yang berdiameter kecil, proses oksidasinya lebih menyempit dan tertahan. Sehingga menghasilkan rasa yang dominan atau strong. “Diameter besar memberikan ruang udara untuk oksidasi lebih besar sehingga rasanya lebih light,” tambah Edwin.
Dalam eksperimen ini Edwin pun menemukan fakta, ketika gelas dengan diameter sama-sama pendek dan berukuran kecil (gelas espresso) tapi beda material masih menemukan rasa yang berbeda pula.
Ketika kopi disajikan dalam gelas bermaterial keramik dan berdiameter pendek (gelas espresso) mampu menghasilkan rasa dan aroma yang maksimal. Berbeda dengan gelas bermaterial kaca yang terasa kurang maksimal.
Baca Juga : Gunakan Perkakas Terbaik, Kedai Kopi ini Disebut ‘Gerobak Sultan’
“Gelas kaca memang didesain kurang tepat untuk minuman jenis panas. Kaca sangat cocok untuk minuman jenis dingin. Ini kebalikannya dari material keramik yang memang dari dulu didesain untuk minuman jenis panas,” paparnya.
Edwin pun menegaskan, itu sebabnya, kenapa filosofi fisik gelas kaca tidak ada tangkainya, karena gelas cocok untuk minuman dingin dan mudah digenggam. Selain itu, gelas kalau kena suhu panas ada yang mudah retak.
Faktor lain, mengapa diameter dan material gelas mempengaruhi rasa kopi seduh karena indera penglihatan dapat memberikan stimulus seperti apa yang dilihat ke indera perasa seseorang.
“Gelas dengan diameter pendek atau kecil akan terlihat oleh mata lebih gelap. Sedangkan gelas berdiameter lebar terlihat sedikit terang, stimulus indera penglihatan ini memberi pengaruh ke indera perasa,” pungkas Edwin. [*]
WARTAKOPI.com – Amsterdam. Tahun ini di Amsterdam Coffee Festival, Roemah Indonesia BV membawa temma “Kopi… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Penikmmat kopi Indonesia, kini kalian tidak harus jauh-jauh terbang ke Italia untuk… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Gregorius Michael, barista dari Starbucks Reserve Galaxy Mall 3 Surabaya, berhasil keluar… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Djournal, kembali hadirkan inovasi terbaru Cold Brew Sensation Series yakni Muscat Grape… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Starbucks Indonesia kembali menggelar Starbucks Barista Championship 2025 di Lower Ground, East… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. PT Toffin Indonesia mengumumkan dengan bangga kehadiran Caffè Vergnano, merek kopi premium… Read More
Leave a Comment