Tips

Empat Fundamental Penting Dalam Secangkir Kopi

wartakopi.com – Jakarta.Bagi penikmat kopi, pasti merasakan setiap teguk dari secangkir kopi yang dicecapnya setiap hari pasti berbeda. Baik secara aroma maupun rasa. Ihwal seperti sangat wajar. Sebab, membuat secangkir kopi dengan aroma dan rasa yang sama memerlukan perlakuan khusus.

Tak jauh berbeda dengan meracik rasa makanan. Jika, salah satu dasar bumbu masakan ada yang terlewatkan maka hancurlah rasa dan aroma makanan tersebut. Pun begitu dengan meracik secangkir kopi. 

Tampilan kopi boleh terlihat menarik. Belum tentu baik secara aroma dan rasa. Meski demikian, bukan berarti tidak ada cara atau rumusan agar dapat merasakan secangkir kopi yang penuh aroma dan rasa hasil racikan sendiri.

Handi Rustaman, Barista dari Harris Vertu Jakarta Harmoni, dalam Coffee Workshop, di Voyage Restaurant mengatakan, ada empat pondasi dasar untuk meracik secangkir penuh aroma dan cita rasa.

Proportion

Pondasi awal, pertama proportion atau perbandingan, yakni membuat takaran kopi dengan takaran air yang seimbang agar dapat tereksstraksi dengan baik. Contoh, takaran kopi dua sendok makan dapat terkestraksi secara tepat dengan air 6 fl oz (180 ml).

Kedua, Grind, adalah menggiling menentukan berapa lama air dan kopi dalam kontak serta berapa banyak rasa yang di ekstraksi. Ketiga, Water. Untuk menghasilkan aroma dan rasa kopi yang baik adalah menggunakan air segar. 

Pondasi awal yang terakhir yaitu Freshness. Untuk menjaga kualitas aroma dan rasa kopi, jauhkan kopi dari beberapa hal seperti oksigen, cahaya, panas dan kelembaban.

Di luar hal tersebut, kata Handi, ada satu hal lagi bagi seorang barista yang harus diketahui yaitu metode apa yang akan digunakan untuk menghasilkan secangkir kopi. 

Sebab, setiap alat atau metode pembuatan kopi memiliki takaran yang berbeda-beda. Beberapa metode pembuatan kopi seperti Tubruk, V60, Vietnam DripFrench Pres (coffee press), SyphonAero PressCold Brew, dll.

Tasting

Tasting adalah proses menciptakan aroma kopi yang sederhana, menarik dan harum.

Setelah mengetahui empat pondasi, alat serta metode pembuatan secangkir kopi, seorang barista harus mengetahui tahapan selanjutnya yaitu Tasting. Dalam tahapan Tasting ini pun ada empat. Pertama, Aroma. Bau kopi yang pas biasanya sederhana, menarik dan harum.

Kedua, yaitu Acidity atau tingkat keasaman. Ini adalah kualitas tajam atau getir. Tapi, bukan dari tingkat pH dari kopi. “Anda dapat merasakan keasaman di sisi dan ujung lidah. Kadang-kadang bagian belakang tulang rahang. Seperti yang anda lakukan ketika merasakan buah jeruk,” terang Handi.

Ketiga, yaitu Body. Adalah rasa ketika kopi masuk kedalam mulut khususnya antara lidah dan langit-langit mulut. Biasanya body yang kental mendapat nilai yang tinggi. Namun body yang ringan juga dapat memiliki rasa enak di mulut. Kopi yang memiliki body yang kental seperti kopi Sumatra atau kopi yang memiliki body ringan seperti kopi Mexico.

Keempat, Flavor. Yaitu, cara merasakan kopi. Merupakan kombinasi antara aroma dan acidity. Karakteristik kopi terdapat di berbagai mulut dan akan menemukan kandungan rasa dari suatu kopi seperti jeruk, kakao, beri dan rasa lainnya. Biasanya rasa tersebut ada jelas dan ada yang halus.

Smell

Smell, adalah mencium aroma kopi sebelum mencecap

Empat tahapan yang terakhir yaitu cara merasakan secangkir kopi. Pertama, Smell atau aroma. Seorang barista selalu membiasakan mencium aroma kopi sebelum mencicipinya. 

“Lidah hanya membedakan empat rasa, asin, manis, pahit dan asam. Tapi hidung, dapat mendeteksi ribuan aroma. Caranya, taruh tangananda di atas kopi, kemudian pegang cangkir di dekat hidung selanjutnya hiruplah,” jelas Handi.

Kedua, Slurp atau seruput. Untuk mencicipi kopi yang paling penting dan utama adalah menyeruputnya. Menghirup kopi di seluruh langit-langit mulut dan membiarkan aroma halusnya mencapai hidung.

Ketiga, Locate. Menemukan rasa. Pikirkan dimana anda mengalami rasa di lidah. Apakah itu di ujung dan atau di samping. Kemudian berapa rasa di mulut dan berat kopi yang anda temukan di lidah.Terakhir, yaitu Describe atau menggambarkan rasa yang anda temukan dalam kopi.

“Sekarang setelah anda mencium dan mencicipi kopi, pikirkan, bagaimana anda akan menggambarkan atau melukiskan dana tau menarasikan tentang aroma, keasaman, body serta rasa. Temukan sensasinya,” pungkas Handi. [*]

admin

Leave a Comment

Recent Posts

Sky26coffee: Ngopi Asyik di Atas Ketinggian Kemayoran

WARTAKOPI.com – Jakarta. Pengalaman ngopi dengan suasana berbeda kini bisa dinikmati di kawasan Kemayoran. sky26coffee,… Read More

3 months ago

Beyond Coffee: Home of Kawa Ungkap Manfaat Daun Kopi

WARTAKOPI.com – Jakarta. Di balik hiruk-pikuk biji kopi yang mendunia, ada sisi lain yang mulai… Read More

4 months ago

Rezim Kopi: Tampak Sederhana Tapi Bikin Betah Nongkrong

WARTAKOPI.com – Jakarta. Di tengah padatnya pemukiman Pasar Minggu, siapa sangka ada tempat yang mampu… Read More

4 months ago

JICC Kembali Digelar: Indonesia Tunjukkan Daya Saing Globalnya

WARTAKOPI.com – Jakarta. Aroma kopi pagi itu, Kamis, (6/11/2025) terasa sedikit berbeda di Gedung AA… Read More

4 months ago

Delifru Drink Expert 2025 Bukti Kreativitas Tak Kenal Batas

WARTAKOPI.com – Jakarta. Dunia minuman Indonesia terus berevolusi. Dari kedai kopi modern hingga bar artisan,… Read More

4 months ago

Ngopi Syahdu di Atas Ketinggian dengan View Kota Jakarta

WARTAKOPI.com – Jakarta. Sky26Coffee bakal jadi jawaban buat kalian yang ingin ngopi sambil menatap gemerlap… Read More

4 months ago