Mengenal Menu Signature Koffie Fictie

wartakopi.com – Bekasi. Tidak hanya mendapat konsultasi hukum gratis, kongkow di kedai Koffie Fictie pun mendapat pengalaman mencecap kopi lebih dari enak dan menyegarkan. Tapi membekas juga kenangannya.

Jika menemukan minuman sekedar enak, mugnkin menjadi hal biasa. Tapi, bila mendapatkan pengalaman rasa yang unik belum tentu semua kedai menawarkan hal seperti itu.

Muhamad Farul Rozi, Barista Senior di Koffie Fictie, selalu bereksperimen dalam membuat secangkir kopinya. Detail racikannya pun tertata rapih dalam otaknya. Bukan sekedar asal takar dan berdasarkan kebiasaan. 

Setiap gram kopi yang ia seduh selalu berarti rasa. Pun begitu halnya dengan bahan baku lain yang ia sertakan dalam menu tersebut. Tidak asal larut tanpa ada takaran. Karena untuk menghasilkan rasa ada takarannya. Berikut ini Menu signature dari Koffie Fictie.

Fictie Shoot 

Fictie Shoot, Tidak Hanya Memiliki Rasa yang Unik. Kenikmatannya pun Hingga Tetesan Terakhir.

Menu minuman Fictie Shoot adalah suatu formulasi yang sangat unik dalam setiap bahan yang ia gunakan saat larut bersama es kemudian busa yang diciptakannya pun bukan sekedar garnis dari menu tersebut. Tapi, masih bisa dirasakan hingga tetesan terakhit.

“Fictie Shoot, menggunakan double shoot espresso dari kopi jenis Arabika ditambah muatan lain ada saus caramel, susu kental, creamer, dan simple syrup. Untuk creamer saya buat racikan sendiri agar tidak maghte saat di tenggorokan, juga nyaman untuk kesehatan,” terang Fahrul.

Saus Caramel di Fictie Shoot Bahan Lain yang Mampu Menghadirkan Rasa Manis dalam Menu Ini.

Untuk bahan lain kata Fachrul, creamer menggunakan takaran 25-30 mili. Susu kental manis 10 mili, simple syrup 5 mili dan caramel 15 mili. “Rasa manis dari menu ini berasal dari caramel sedangkan gurihnya di dapat dari creamer,” rincinya.

Menurutnya, Fictie Shoot ini ada dua jenis panyanjian, yaitu panas dan dingin. Akan tetapi, penyajian yang dingin terasa lebih cocok dan rasanya akan maksimal. Bukan berarti sajian yang panas tidak enak. Cuma dingin paling favorite disini.

Teknik Pembuatan

Setelah Seluruh Bahan Komplit, Baru Setelah di di Kocok di French Press.

Ini uniknya. Jika fictie shoot disajikan panas, rasa creamer-nya lebih terasa. Kalau pun disajikan dingin masih tetap kental dan nikmat rasanya tidak berkurang sama sekali. 

“Biasanya setiap minuman ketika dicampur es batu akan terasa hambar karena turut larut ketika es batu mencair. Tapi ini tidak. Creamer yang takar mempu menyeimbangi ketika batu es mencair,” jelasnya.

Perihal kelebihan dari minuman ini tak terlepas dari teknik pembuatannya yang ia gunakan. Ketika barista lain menggunakan teknik shake atau steam, justru ia lebih memilih mengocok semua bahan bakunya dalam French Press..

“Semua bahan dikumpulkan terlebih dahulu baru kemudian di kocok di French Press. Ini bagus untuk memaksimalkan ekstraksi semua bahan. Selain itu buih atau bublle-nya pun akan lebih banyak,” tambahnya.

Setelah melalui pengocokan di French Press., seraya pun menambahkan saus caramel dan batu es. Komposisi ini ternyata mampu menciptakan dan rasa rasa tetap nikmat dan kental meskipun es batu telah mencair seutuhnya. 

Es Koffie Fictie

Es Koffie Fictie Menggunakan Single Shoot Espresso Menghasilkan Rasa Es Kopi yang Enteng dan Cocok Untuk Penikmat Kopi Kelas Pemula.

Menurut Fahrul, teknik pembuatan dan kandungan materi dari menu Es Koffie Fictie ini tidak jauh berbeda. Cuma terdapat pengurangan materi saja di materialnya.

Menu ini dulu tercipta karena adanya permintaan pelanggan dari kalangan sosialita cuma mereka bukan termasuk golongan penikmat kopi berat. Kopi dalam menu terasa lebih ringan karena hanya menggunakan single shoot espresso.

Bahan atau materi lain yang dikurangi dari menu sebelumnya (Fictie Shoot) adalah tidak menggunakan saus caramel. Kemudian ada sedikit penambahan takaran dalam susu kentalnya.

“Setiap bulannya, kedua menu ini saling berebut posisi teratas orderan tertinggi dan paling laris dipesan pelanggan. Setiap pelanggan yang kita Tanya pun menu ini sangat cocok untuk nongkrong-nongkrong santai,” pungkas Fahrul. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *