Warnong Coffee Roasters, Tempat Nongkrong dan Ngopi Semua Kalangan di Timur Jakarta

WARTAKOPI.Com – Jakarta. Kedai kopi di kawasan Jakarta Timur terus tumbuh. Jika dulu kedai kopi hanya untuk penikmat kopi semata kini sudah berubah konsep menjadi gaya hidup, tempat meeting, bahkan menjadi coworking space kekinian bagi pekerja kantoran dengan mobilitas tinggi.

Adalah Warnong Coffee Roasters, coffee shop kekinian yang dikonsep untuk menjadi destinasi hangout para penikmat kopi dari berbagai kalangan untuk di wilayah Jakarta Timur maupun Kota Bekasi.

Baca Juga : 3 Varian Espresso Ini Dijamin Bikin Melek dan Ketagihan

Sejak buka pada tahun 2017 lalu, Warnong Coffee Roasters yang berlokasi di Ruko Taman Pondok Kelapa, Jl. Pondok Kelapa Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur ini menawarkan suatu pengalaman cara menikmati kopi dengan konsep yang cozy bagi semua kalangan profesi di kawasan tersebut.

Kopi Susu Lebih Favorit

Saat week day, penikmat kopi kekinian di coffee shop ini mencapai 40-50 cup setiap harinya.

Selain didukung suasana yang cozy Warnong Coffee Roasters menawarkan beragam menu kopi kekinian hingga menu manual brew dengan jaminan menggunakan kopi single origin dari daerah dengan tradisi penghasil kopi terbaik.

Teuku Andi, Owner Warnong Coffee Roasters mengatakan, dengan pelanggan dari berbagai kalangan terbentuk dua segmen penikmat kopi yaitu peminat kopi kekinian dan kopi manual brew.

Baca Juga : Ini Istimewanya Kopi Limited Edition Master Origins Aged Sumatra dari Nespresso

“Untuk market kopi kekinian memang sangat besar. Dan setiap tamu yang datang ketika dimintai komentar mengaku bahwa kopi susu yang disini berbeda dengan kopi susu yang pernah mereka rasakan,” terang Andi.

Penikmat kopi manual brew terus tumbuh dan mulai terbentuk di coffee shop ini setiap harinya mencapai 15 cup per hari.

Saat week day, penikmat kopi kekinian di coffee shop ini mencapai 40-50 cup setiap harinya. Sementara di week end mampu mencapai 80 cup per harinya. Dan kopi susu menjadi urutan pertama dibanding menu kekinian lainnya. 

Baca Juga : Belum Pernah Nyeduh Kopi di Rumah, Panduan Ini Sangat Membantu Untuk Para Pemula

Meski demikian, penikmat kopi manual brew terus tumbuh dan mulai terbentuk di coffee shop ini. “Dulu saat grinder kita kecil sempat kewalahan. Tapi setelah memiliki grinder yang besar kini mampu melayani pelanggan 10-15 cup per hari pun aman,” ucapnya.

Untuk penikmat kopi manual brew tambah Andi, saat ini didominasi oleh V60 dan kopi Arabika Gayo Wine menjadi yang paling favorite disusul originasi lain seperti dari Jawa Barat dan lainnya.

Minuman Kopi Signature

3 varian menu favorit di Warnong Coffee Roasters yaitu, Espressp Attack, Espresso Double Trouble dan Kopi Sanger.

Warnong Coffee Roasters memiliki 3 menu signature dari bahan dasar espresso yaitu Espressp Attack, Espresso Double Trouble dan Kopi Sanger. Ketiga menu favorite ini mengunakan kopi house blend Arabika Gayo dan Robusta Dampit dari Malang.

Perlu diketahui, bahwasannya offe shop ini memiliki mesin roasting sendiri untuk dapat dijamin bahwa kopi yang mereka gunakan adalah yang paling fresh alias yang paling terakhir keluar dari mesin roasting. 

Baca Juga : Menemukan Hot Cappuccino Tergurih di Jakarta Pusat

Pelanggan pun tak perlu khawatir, untuk menikmati secangkir kopi favarit dari Warnong Coffee Roasters ini pun tak perlu merogoh kocek yang dalam. Hanya dengan membayar tidak lebih dari Rp20 ribu sudah dapat menikmati secangkir kopi espresso yang lembut, strong manis da nada sedikit rasa gurihnya.

Menu signature lain datang dari makanan yaitu Keto. Makanan berat khusus diet yang berasal dari Jepang. Beberapa menu diantaranya adalah nasi goring siratake, mie goring siratake. Harganya pun lebih ramah, cuma Rp35 ribuan per porsi.  Jika di luaran harganya lebh dari Rp50 ribu per porsi. 

Interior Design dan Karakter Pelanggan

Warnong Coffee Roasters pun sangat kuat di karakter design interior yang berbalut gaya industrial.  Sebab, ini akan berpengaruh pada pelanggannya.

Warnong Coffee Roasters pun sangat kuat di karakter design interior yang berbalut gaya industrial.  Sebab, ini akan berpengaruh pada pelanggannya yang dibidiknya. “Dengan memanfaatkan gedung yang telah ada sebelumnya, secara perlahan saya bangun suatu coffee shop dengan desain interior bergaya Industrial,” terang Andi

Selain memanfaatkan bangunan yang sebelumnya, konsep interior bertema industrial ini pun dirasa cocok untuk menyasar segmen pasar kelas menengah dari semua kalangan mulai dari anak pelajar, anak kuliah, pekerja kantoran, family dan lainnya.

Baca Juga : Begini Perbandingan Konsumsi Kopi dan Soft Drink

Kawasan Jakarta Timur kata Andi, memiliki pangsa pasar yang unik. Ini terbukti dengan tamu yang datang setiap harinya. “Pelanggan yang datang pada pagi hari adalah pekerja kantoran. Sebelum masuk kerja mereka nyante sebentar minum kopi dan menikmati roti bakar,” terang Andi.

Di siang harinya, para pekerja kantoran ini kembali lagi untuk makan siang, kemudian banyak ibu-ibu menunggu anaknya pulang les sekolah. “Menjelang malam didominasi anak kuliah hangout dan pekerja kantoran untuk meeting atau meyelesaikan pekerjaan mereka,” pungkas Andi. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *