“Apa baristanya salah?. Mungkin bisa saja salah. Tapi yang harus dicatat bahwa barista hanyalah aktor yang mendapat porsi 10 persen dari keseluruhan proses kopi yang tersaji sampai ke tangan kalian. Ada 90 persen di luar kuasa barista, mulai dari menanam, memetik, prosesing kopi, hingga roasting,” urainya.
Dari one shot espresso pun Benny mengaku mulai belajar beragam rasa dan karakter kopi dan menjadikan tubuhnya sendiri sebagai indikatornya.
Baca Juga : Hingga Sekarang Secangkir Espresso di Italia Hanya 1 Euro, Ini Ceritanya
“Saya mempelajari kopi dari yang basic-basic-nya dulu, seperti melalui indera perasa alias lidah terlebih dahulu untuk menemukan karakter rasa missal jenis Arabika cenderung kemana, pun begitu dengan jenis Robusta cenderung kemana,” rinci Benny.
Setelah yang basik telah dipelajarinya ia pun melengkapi diri literasi kopinya dengan membaca dan berselancar di dunia maya.
Baca Juga : 3 Varian Espresso Ini Dijamin Bikin Melek dan Ketagihan
“Saya mencari informasi sendiri, saya gali sendiri, kemudian saya uji sendiri, dan akhirnya kembali pada diri sendiri. Dari situ pun saya tidak bisa ngomong bahwa kopi itu enak, kopi itu nikmat. Tapi buat saya, kopi itu cocok untuk dinikmati di tempat itu (daerah asal kopi),” tambahnya lagi antusias.
WARTAKOPI.com – Jakarta. Sky26Coffee bakal jadi jawaban buat kalian yang ingin ngopi sambil menatap gemerlap… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Ketika cangkir kopi berubah jadi kanvas, kreativitas barista-baris kecil itu menyalakan decak… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Dari Sabang sampai Merauke, aroma kopi pagi itu terasa istimewa. Bukan hanya… Read More
WARTAKOPI.com – Gading Serpong. Di tengah ketatnya persaingan industri kuliner, dua anak muda kakak-beradik, Ruth… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Kopintar merupakan kepanjangan dari “Kopi Punya Karang Taruna”. Luas bangunannya cukup mungil,… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Bertepatan dengan Hari Kopi Internasional, Café Brasserie Expo Indonesia (CBEI) 2025 akan… Read More
Leave a Comment