Alhasil, Ethiopia menjadi pusat keanekaragaman hayati yang diakui secara global. Disini, terjadi peleburan budaya dan agama, Islam, Yudaisme, dan Kristen hidup berdampingan dengan damai. Satu hal yang pasti, mereka memiliki passion yang sama yakni penanam dan konsumen kopi.
Sampai hari ini, kopi tetap menjadi jamuan minuman sosial. Wanita di negara ini menyajikan jamuan kopi lebih dari sejam karena harus meroasting, menggiling terlebih dahulu baru kemudian di seduh dan disajikan ke tamunya.
Baca Juga : Mengenal 3 Metode Proses Pengeringan Kopi
Keterikatan wanita Ethiopia pada kopi begitu dominan, warga Ethiopia hanya akan bingung mendengar adanya inisiatif seperti #ShesTheRoaster yang dimaksudkan untuk mewujudkan kesetaraan dan kesetaraan dalam industri kopi global.
WARTAKOPI.com – Jakarta. Ketika cangkir kopi berubah jadi kanvas, kreativitas barista-baris kecil itu menyalakan decak… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Dari Sabang sampai Merauke, aroma kopi pagi itu terasa istimewa. Bukan hanya… Read More
WARTAKOPI.com – Gading Serpong. Di tengah ketatnya persaingan industri kuliner, dua anak muda kakak-beradik, Ruth… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Kopintar merupakan kepanjangan dari “Kopi Punya Karang Taruna”. Luas bangunannya cukup mungil,… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Bertepatan dengan Hari Kopi Internasional, Café Brasserie Expo Indonesia (CBEI) 2025 akan… Read More
WARTAKOPI.com – Jakarta. Saat ini, tren menikmati secangkir kopi kian inovatif. Menu kopi terus berkembang,… Read More
Leave a Comment