wartakopi.com – Yogyakarta. Dengan berhari-hari ada di rumah karena situasi pandemi Covid-19, sebetulnya banyak banget yang bisa dipelajari dari teknik brewing (menyeduh).
Mungkin pernah mengalami hal begini: Dengan hanya satu beans, kok bosen setiap harinya dapat rasa yang sama. Gampang, banyak hal yang bisa dikulik dari cara seduh rumahan.
Sebenarnya, parameternya banyak. Tapi Klinik Kopi akan kupas 3 hal penting ini dulu. Meski semua penting, tapi 3 poin dasar ini yang bisa mengubah rasa kopi (hasil seduhan) dengan sangat drastis.
Poin pertama, sebagai home brewing, cara paling sederhana adalah dengan hanya mengubah settingan mata bor grinder. Misal, dengan porlexkadang hanya di 4 klik atau 5 klik.
Kasar halus gilingan sangat berpengaruh terhadap kecepatan air jatuh saat diseduh. Efeknya juga akan berpengaruh saat menggiling.
Dengan beans sama, dengan kertas sama, dengan alat seduh yang sama cuman settingan bata bor grinder diubah, rasa akan berubah. Jika kurang yakin, bisa dicoba.
Poin kedua, beda jenis kertas beda rasa. Hanya dengan mengubah kertas filter (jenis kertas), meski dengan settingan grinder sama, hasil akan beda sekali.
Kerapatan setiap kertas beda. Ini akan diperumit dengan misal, kertas dibasahi atau tidak, menyeduh dari kanan ke kiri atau sebaliknya maka hasil beda.
Ini menambah perbendaharaan rasa yang muncul setiap seduhan. Ini dengan Koka menggunakan 3 jenis kertas yg beda-beda. Udah coba? Maka cobalah.
Terakhir, yang selalu memicu perdebatan adalah soal “air”. Oke, dengan kertas filter sama, dengan settingan grinder sama, sekarang hanya mengganti jenis air buat menyeduh? Apakah hasil akan sama? Jelas tidak.
Keunikan menyeduh adalah kita jadi lebih mengenal air apa yg cocok buat kita. Dan setiap orang punya persepsi rasa yang beda-beda, bahwa rasa adalah sesuatu yang hampir mustahil untuk diperdebatkan.
Coba ambil kertas dan pulpen. Catatlah parameter apa yg muncul ketika 3 hal tadi diubah? semoga hal ini bisa berfaedah dalam mengisi kegiatan dirumah kalian. Ini akan diperumit lagi jika menyeduh beda tangan, maka beda rasa. [*/Klinik Kopi]
JAKARTA, WARTAKOPI.com – Konsistensi dalam teknik penyeduhan, ketajaman analisis sensorik, dan pemahaman terhadap keberlanjutan mengantarkan… Read More
JAKARTA, WARTAKOPI.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI Prof. Rachmat Pambudy menegaskan tekad pemerintah… Read More
JAKARTA, WARTAKOPI.com – Di tengah pesatnya pertumbuhan industri kedai kopi, diferensiasi tidak lagi hanya ditentukan… Read More
JAKARTA, WARTAKOPI.com – Kenaikan harga kopi dunia belum mampu menjadi momentum bagi industri kopi Indonesia.… Read More
JAKARTA, WARTAKOPI.com – Kopi Kenangan merilis Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) 2025 yang memuat… Read More
PARIS, WARTAKOPI.com – International Women’s Coffee Alliance France (IWCA France) akan resmi diluncurkan pada 12… Read More
Leave a Comment