Bappenas Siapkan Sekolah Kopi Nusantara, Dorong Kebangkitan Kopi Indonesia
JAKARTA, WARTAKOPI.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI Prof. Rachmat Pambudy menegaskan tekad pemerintah mengembalikan kejayaan kopi Indonesia melalui pembentukan Sekolah Kopi Nusantara.
“Kopi Indonesia pernah menjadi juara dunia dalam jenis serta kualitasnya. Kita harus kembalikan masa kejayaan itu,” ujar Rachmat Pambudy dalam pertemuan bersama instansi pemerintah, Dewan Kopi Indonesia (Dekopi), Kementerian Pertanian, serta Pegiat Diplomasi Kopi di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga : Kemenlu Dorong Replantasi dan Diversifikasi Pasar Hadapi Penurunan Produksi Kopi
Menurut Rachmat, pembentukan Sekolah Kopi Nusantara akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor kopi dari hulu hingga hilir.
“Kita merencanakan untuk mendirikan sebuah Sekolah Kopi Nusantara. Pengaturan teknisnya akan ditindaklanjuti bersama Bappenas dan Dekopi, mulai dari penyusunan silabus, kurikulum hingga pelatihan,” katanya.

Ia menambahkan, materi pendidikan nantinya tidak hanya berfokus pada barista, tetapi juga mencakup budidaya, pengolahan pascapanen, hingga pengembangan industri kopi.
Rachmat menilai kondisi kopi nasional saat ini cukup ironis. Di tengah kenaikan harga kopi dunia, produksi kopi Indonesia justru mengalami penurunan sehingga diperlukan langkah cepat dan terkoordinasi.
Baca Juga : Tantangan dan Langkah Terpadu Menghadapi Peraturan EUDR Industri Kopi
Dalam kesempatan tersebut, Pegiat Diplomasi Kopi yang diwakili mantan Duta Besar RI Bagas Hapsoro menjelaskan pentingnya pendekatan “connecting the dots”, yakni menghubungkan pemerintah, petani, koperasi, peneliti, asosiasi, hingga pelaku perdagangan agar rantai nilai kopi berjalan selaras.
Menurut Bagas, kelompok Pegiat Diplomasi Kopi juga telah menerima arahan Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegrosoeno mengenai tiga langkah utama pengembangan kopi Indonesia, yaitu:
