BCW 2020: Brewers Cup Competition Menguji Kualitas Penyeduh Kopi Manual Brew

wartakopi.com – Bekasi. Pertama kali menggelar Bekasi Coffee Week (BCW) 2020 langsung menghadirkan beragam kompetisi para pelaku di balik layar suatu peracik rasa kopi. 

Kompetisi yang dihadirkan dalam BCW antara lain Latte Art CompetitionBarista, dan Brewers Cup. Jika untuk Latte Art Competition, dan Barista mungkin sudah tidak asing lagi. Tapi ini Brewers cukup jarang masuk kompetisi di setiap pameran kopi.

Summarecon Mall Bekasi (SMB) selaku penyelenggara berusaha menghadirkan banyak manfaat yang di dapat dari BCW. Diantaranya penyelenggaraan kompetisi Brewers Cup Competition yang berlangsung di area The Oval dari tanggal 27-29 Februari hingga 01 Maret 2020 kemarin.

Brewers Cup Competition menghadirkan juri dari Starbucks Coffee.

Ugi Cahyono, Center Director Summarecon Mall Bekasi mengatakan, BCW kopi ini diharapan dapat mengenalkan beragam kopi khas Nusantara sehingga bisa membuat masyarakat untuk semakin mencintai kopi lokal di Indonesia. 

Kompetisi ini berhadiah uang tunai jutaan rupiah dan merchandise menarik. Tidak hanya itu, juara pertama dari setiap kategori berhak mendapatkan wildcard untuk bersaing di ajangnasional. 

Masing-masing kategori memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dan dinilai langsung oleh Mirza Herman (senior barista Starbucks Coffee).

Muhammad Fachruroji, Brewers Kopi Fictie Grand Galaxy menggunakan metode sendiri yang diklaim dapat digunakan untuk di semua jenis beans.

Muhammad Fachruroji, Brewers dari Kopi Fictie Grand Galaxy mengatakan, semua bahan kompetisi termasuk kopi disiapkan oleh pihak panitia.

“Panitia ngasih materi kopi Arabika varietas lini s dan kartika dari Malang Arjuna,” ujar Fachruroji, usai mengikuti lomba pada tahap awal.

Brewers Kopi Fictie ini mengaku telah mempersiapkan diri sebelum mengikuti lomba seperti metode pembuatan, menyortir beans kopinya, dan lainnya.

“Dalam kompetisi ini saya menyiapkan metode seduh yang saya ciptakan sendiri. Dan metode saya ini dapat digunakan untuk di semua jenis beans dan coffee roasting lainnya,” terangnya.

“Juri biasanya berpatokan pada Total Dissolved Solids (TDS) dan refractormeter” kata Oji.

Lebih jauh lagi Oji begitu sapaannya, berbagi tips kebiasaannya mengikuti lomba brewers itu terletak pada keteletian komposisi saat di mesin refractormeter.

“Juri biasanya nilai dari mesin Total Dissolved Solids (TDS)—banyaknya jumlah zat padat yang larut di air,” paparnya.

Dari situ kata Oji, baru juri mengukur seperti kadar berapa asemnya, berapa manisnya, dan kandungan lainnya. “Ideal dari refractormeter itu diangka 1.15 – 1.38. Tadi saat di kompetisi saya sampai di 1.24,” urai Oji.

Untuk menghasilkan itu, ia mengaku harus memberlakukan beberapa langkah seperti mengukur berapa berat kopi, rasio, dan kadar suhunya.

“Dan metode yang saya ciptakan ini dapat digunakan di semua jenis beans dan coffee roasting,” pungkas Oji. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *