Cara Nyeduh Kopi Saat Work From Home dengan Alat V60

wartakopi.com – Jakarta. Mari kita dukung program pemerintah untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19 dengan cara untuk tidak datang sementara waktu ke kedai kopi langganan.

Agak berat memang untuk menikmati secangkir kopi tidak secara langsung di kedai. Tapi, untuk saat ini sangat berisiko terpapar Covid-19 jika terlalu dipaksakan untuk menyambangi kedai.

Cara yang sedikit sangat menolong agar tetap dapat mencecap kafein adalah dengan menyeduh kopi sendiri di rumah. Teknik seduh pun sangat beragam, dari yang sederhana seperti tubruk hingga V60.

Baca Juga : Diameter dan Material Gelas Dapat Mempengaruhi Rasa Kopi? Ini Sebabnya

Bagi penikmat kopi specialty, teknik V60 adalah basik. Namun bagi artisan, mungkin sedikit ribet karena membutuh beberapa perkakas dasar seperti grinder, ketel, dripper, dan filter.

Cohen Coffee, salah satu kedai kopi pinggir jalan di bilangan Jl. Raya Pramuka, Jakarta Pusat, mengirimkan resep teknik menyeduh kopi V60 ke redaksi. Berikut ulasannya;

Biji Kopi dan Grind Size

Biji kopi dan grind size sangat diperlukan untuk mendapatkan rasa maksimal.

Menurut Cohen Coffee untuk mendapatkan rasa yang maksimal, lebih direkomendasikan menggunakan jenis kopi Arabika dengan minimum cupping score 90, rekomendasi biji Arabika dengan natural process atau honeylight roastedgrind size medium to coarse.

Menentukan kopi pilihan sebagai kopi yang akan diseduh sangat dianjurkan. Apabila memilih kopi dari roastery yang memang sudah mahir akan sangat menunjang hasil kopi seduhan. 

Baca Juga : Gunakan Perkakas Terbaik, Kedai Kopi ini Disebut ‘Gerobak Sultan’

Karena, mereka akan meroasting kopi dengan rasa tujuan hasil kopi seduhan seperti cleanbalancedsmoothcompleks dan ringan. Dan aroma pun beragam, ada aroma buah, kacang, bunga, herbs dan lain-lain.

Perihal rasa pasti akan berdampingan dengan aroma. Misal, ada kopi memiliki aroma buah-buahan seperti pisang, lemon, ceri, kacang, cokelat dan lainnya. Aroma ini dipengaruhi dari sifat dasar kopi yang menyerap unsur hara disekitarnya. 

Contoh, kopi yang ditanam di sekitar pohon pisang besar kemungkinan akan memiliki aroma pisang. 

Berapa Gram Biji Kopi dan Air yang Digunakan

Gunakan ukuran 15 gram kopi dengan rasio 1:15./Photo by_Cohen Coffee

Banyak brewers, alias tukang seduh dari berbagai kedai kopi menyarankan penggunaan kopi sebanyak 15 gram dengan rasio 1:15 yaitu 1 gram kopi diseduh dengan menggunakan air 15 ml.

Artinya, jika menggunakan 15 gram kopi akan membutuhkan total air sebanyak 225 ml. Sama halnya 15 gram X 15 ml air = 225 total air yang digunakan. 

Proses penyeduhan dibagi 4 step

Setelah mendapatkan takaran kopi dan air, maka teknik selanjutnya yaitu menuangkan air panas. Teknik proses menuangkan air panas ini dibagi dalam empat tahapan.

Baca Juga : Balik dari Kapal Pesiar Princess, Bangun Kedai Kopi dengan Konsep Langka

Tuangan pertama 40 gr air selama 30 detik, disebut blooming. Tuangan kedua 80 gr air selama 45 detik. Ketiga 60 gr air selama 30 detik dan finishing 45 gr air selama 30 detik.

Sebelum dituangkan kegelas, Putar atau swirr server kopi yang telah diseduh. Hal ini bertujuan untuk mengoksidasi kopi agar karakter aroma dan rasa lebih keluar dan kompleks. Untuk total lama penyeduhan membutuhkan 2.15 menit.

Diseduh dengan Suhu 85 Derajat Celcius

Suhu air 85 derajat celcius sangat direkomendasikan./Photo by_Cohen Coffee.

Perihal suhu air yang digunakan untuk menyeduh kopi, Cohen Coffee sangat merekomendasikan di suhu 85 derajat celcius, dan paper filter untuk tidak dibasahkan terlebih dahulu. 

Biasanya, Cohen Cofffee hanya menghangatkan serverdriper dan gelas saji saja. Upaya ini dilakukan agar suhu yang dituju tetap terjaga dan menghasilkan rasa dan aroma kopi yang maksimal.

Lebih Baik Dicecap dalam Kondisi Hangat

Sangat disarankan untuk menikmati kopinya dituang sedikit demi sedikit. 

Setelah siap saji, ternyata tidak serta merta langsung dicecap. Meski bukan menjadi ukuran baku, sangat disarankan untuk menikmati kopinya dituang sedikit demi sedikit. 

Langkah ini dimaksudkan agar dapat mengetahui karakter kopi seduhan dari mulai saat panas, hangat dan dingin. Karena disetiap pergantian suhu aroma dan rasa akan berbeda. 

Baca Juga : Jangan Anggap Remeh Kedai Kopi Pinggir Jalan, Ini Alasannya

Misal, disaat panas aroma kopi pasti lebih menonjol di banding saat hangat dan dingin. Begitu juga dengan rasa, disaat panas akan lebih terasa samar dan terus berubah disaat hangat dan juga dingin. Semua kembali ke selera masing-masing.

Jika dinikmati dalm kondisi hangat akan menemukan kandungan Aroma kopi, Acidity atau tingkat ke asaman, Body, Clean after taste, yang semuanya biasa disebut sebagai AABC.

Uniknya kopi yaitu beda region atau asal, varietas atau jenis, proses fermentasi dan proses roasting memiliki karakter masing-masing. Misal, yang berasal dari Pulau Jawa lebih ringan, sedangkan kopi dari Pulau Sumatera lebi pekat dan kuat.

Food Pairing

Jajanan pasar sangat dianjurkan untuk menjadi pendamping minuman kopi.

Mencecap kopi terasa kurang nikmat jika tidak diiringi dengan makanan ringan sebagai pendamping atau food pairing. Untuk makanan ringan pendamping Cohen Coffee sangat tidak menganjurkan makanan yang asin.

Kopi adalah minuman yang bersifat apetite atau minuman perangsang nafsu makan.

Oleh karena itu food pairing yang dianjurkan adalah snack atau pastries yang manis seperti cake, coklat, wafer, pisang goreng, jajanan pasar dan lainnya. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *